MEMPERCEPAT MENGELUARKAN ZAKAT DAN MENGAKHIRKANNYA

Bersegera dalam mengeluarkan zakat adalah suatu kebaikan yang sesuai pula dengan perintah Allah: “Bersegeralah kamu sekalian pada amal perbuatan yang akan menyebabkan kamu mendapat ampunan dari Tuhanmu dan syurga” (3:133).  Apalagi dikuatirkan kewajiban zakat ini akan dikalahkan oleh sifat kikir dan hawa nafsu.

Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa harta zakat itu terbagi dua; yang disyaratkan setahun, dan yang dikeluarkan pada saat diterima.  Untuk yang terakhir, jelas kiranya, zakat dikeluarkan sesegera mungkin.  Tapi apakah demikian pula untuk jenis harta yang pertama, seperti peternakan, emas, perak, dll?

Sebagian besar fuqaha berpendapat untuk jenis harta yang pertama sbb: apabila telah terdapat sebab wajib zakat, yaitu nisab yang sempurna, maka boleh mendahulukan mengeluarkan zakat sebelum datang waktu setahun, bahkan diperbolehkan mendahulukan untuk masa dua tahun atau lebih.

Adapun mengakhirkan zakat adalah tidak boleh, kecuali ada kemaslahatan yang ingin dicapai, misalnya karena menunggu orang yang lebih membutuhkan, atau menunggu kerabat yang membutuhkan, atau jumlah yang dikeluarkan masih sedikit sehingga tidak akan bermanfaat banyak bagi mustahik, dll.  Akan tetapi dia bertanggung jawab apabila hartanya rusak atau hilang dalam masa menunggu tsb.

Selanjutnya kewajiban tidak gugur bila terlewat satu tahun atau beberapa tahun (tidak ada pemutihan zakat).  Demikian pula zakat tidak gugur dengan sebab matinya si pemilik harta.  Karena zakat bukanlah ibadah badan, tapi ibadah harta yang terkait dengan hak orang lain.

Sumber : Sari Penting Kitab Fikih Zakat, Dr. Yusuf Al-Qaradhawy