MENJADI PENDENGAR YANG EFEKTIF

Mendengarkan yang efektif tidak sama dengan mendengar, memerlukan pemusatan tenaga. Mendengar (hear) adalah sesuatu kesanggupan yang lahir bersama kita, sedangkan mendengarkan (listening) sesuatu yang mesti kita pelajari. Mendengar melibatkan telinga. Mendengarkan melibatkan pikiran dan jiwa. Mengapa mendengarkan yang efektif itu sukar ? Karena ada sesuatu hambatan dalam diri kita. Hambatan adalah :

  1. Keinginan mengingat semua fakta-fakta

Kita tidak mungkin dapat mengingat semua fakta-fakta dalam setiap pesan. Karena itu harus dapat memusatkan pada ide pokok setiap pesan. Pendengar yang mengerti ide-ide pokok akan lebih mudah mengingat fakta-fakta dari pada pendengar yang mempergunakan waktu mendengarkannya untuk menginventarisir semua fakta-fakta.

  1. Terlalu emosional (Emosinya terlalu mudah bangkit)

Ada kata-kata yang mempengaruhi kita secara emosional. Untuk mengurangi akibat dari kata-kata itu. Cobalah menahan reaksinya, hingga betul-betul mengerti arti atau maksud dari pembicara.

  1. Menolak seluruhnya karena tidak menyukai sebagian.

Dengan beranggapan kita sudah mengetahui sebelumnya, suatu pembicaaan akan tidak menarik dan membosankan. Sehingga kita menutup pikiran kita kepada apa yang dikatakan.itu berarti berbuat kesalahan. Karena bagian yang kita benci sebenarnya hanya sebagian kecil yang didengar dari keseluruhan pesan.

  1. Siapa memperhatikan

Didalam mendengarkan, mungkin saja seseorang seolah-olah nampak betul-betul memperhatikan, padahal hanya suatu kepura-puraan. Hilangkan sikap kepura-puraan. Siapkan diri dan luangkan waktu untuk memperhatikan dan mendengarkan. Gunakanlah waktu mendengarkan tersebut untuk menganalisa pokok-pokok dinyatakan pembicara.

  1. Karena tidak menyukai bungkusnya maka menolak isinya.

Kadang-kadang kita mungkin terpaksa mendengarkan pembicaraan seseorang yang tidak kita sukai, baik terhadap orangnya ataupun gaya bicaranya. Seorang pendengar yang baik, tetap akan memperhatikan dan mendengarkan pembicara tersebut, karena mungkin saja ada informasi baru yang dapat digunakan.

Pendengar yang baik mungin akan berpikir, “baiklah, saya sudah berkali-kali mendengar pembicara – pembicara yang lebih baik, tapi tentu saja ada informasi baru dari orang itu yang dapat saya pergunakan”.

Intinya, bahwa pesan itu dalam kebanyakan hal lebih penting dari bungkusnya. Jika kita mengenal kebenaran yang sederhana ini, kita sedang menuju untuk menjadi pendengar yang efektif.

 

( Sumardi )