STRATEGI HINDARI STRES

Yang disebut stres adalah peristiwa yang menghasilkan penderitaan dalam hidup kita.

ADA 3 (TIGA) BENTUK STRATEGI UNTUK MENGHINDARI STRES :

  1. Meminimalkan efek konsekuensi jasmani melalui kelegaan sementara.

Dalam hal ini ada 3 strategi umum yang biasa dilakukan untuk mendapatkan   kelegaan sementara, yaitu :

  1. Pelarian :

Pelarian berarti menghindarkan diri atau “ lari” dari peristiwa      yang menimbulkan stres. Untuk menjauhkan diri dari peristiwa, perlu memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

  1. Penenangan Instan ( Instant calming sequence).

Dalam kehidupan, sering ditemukan konsekwensi negatif yang menjalar ke  tubuh kita sebagai akibat presepsi atas suatu ancaman bagi tujuan pribadi kita. Kalau terjadi, lakukanlah segera relaksasi dan pemusatan usaha, cari sensasi instan yang menyenangkan.

  1. Gerak badan untuk kesenangan

Gerak badan disini tidak harus ditujukan untuk memperoleh kondisi badan yang baik, tapi yang dapat membantu melupakan efek negatif.

  1. Kesehatan badan jangka panjang.

Yang perlu dilakukan adalah :

  • Memeriksa kesehatan secara teratur untuk memantau tingkat kesehatan.
  • Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi baik, karena nutrisi yang layak dapat memberikan kontribusi bagi kemampuan mengatasi stres.
  • Gerak badan untuk kekuatan.

Dengan gerak badan, akan meningkatkan toleransi tubuh atau daya tahan menghadapi situasi yang menimbulkan stres.

  1. Kekuatan mental, emosional, relasional dan spiritual jangka  panjang.

Untuk memperoleh kekuatan mental, emosional, relasional dan spiritual dapat dilakukan dengan pengelolaan stres melalui komunikasi.

Dalam hal ini ada  5 strategi komunikatif.

1.Perkuat harapan.

Unsur yang paling dasar adalah “ harapan “ Mempunyai harapan berarti mempercayai dan bertindak seakan apa yang anda inginkan dapat tercapai

2.Keterhubungan

Stres tumbuh ketika kita mempunyai perasaan terisolasi dan terpisah dari orang lain. Keterhubungan disini adalah pengaruh yang memelihara dukungan. Misal keluarga, kawan, tetangga, organisasi komunitas atau lainnya. Dukungan sosial merupakan salah satu sumber untuk terbesar melepaskan stres.

3.Kehati-hatian (mindfulness)

Kehati – hatian adalah seni menerima kehidupan, yang menyebabkan kita merasa penting setiap saat. Sehingga harus diperhatikan, dijaga, diterima dan dihargai

4. Daya tahan (hardiness)

Stres bisa diatasi melalui efek penyangga yang disebut “ daya tahan”. Perkembangan daya tahan sangat tergantung pada penafsiran ulang atas keadaan yang menimbulkan stres. Sehingga orang dapat mengganti perasaan terasing, lemah dan ancaman, dengan rasa komitmen, kontrol dan tantangan

5. Kesediaan memaafkan ( Forgiveness )

Kesediaan memaafkan dapat mengurangi dan melepas stres dalam kehidupan, karena menyangkut redanya kebencian atau penderitaan emosional.

(R.Wayne Pace dan Don. F. Faules, dalam Komunikasi Organisasi,    Farida Salim )